Jumat, 20 Juni 2014

Nasib Mata Uang Rupiah

Indonesia sebagai "Macan Asia" kini telah menjadi sejarah dan akan terus dikenang tanpa ada pembaharuan lagi setelahnya. Berbagai polemik melanda bangsa Indonesia sejak lama. Polemik yang berkembang dan terus berulang tanpa ada pangkal penyelesaiannya. siapakah yang menerima dampak itu semua? rakyat!

Bicara mengenai polemik yang terjadi dan kaitannya dengan kurs Rupiah merupakan hal yang menarik, coba kita lihat bagaimana pergerakan rupiah selama ini? dan bagaimanakah dampak fluktuasi tersebut?

Banyak pakar yang telah menjabarkan kondisi moneter di Indonesia dan salah satunya adalah institusi negara yang membidangi moneter yakni BI. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, akan tetapi muncul lembaga yang berfungsi untuk mengawasi yakni BSBI (Badan Supervisi Bank Indonesia).

Kurangnya pemanfaatan teknologi untuk sinkronisasi database menjadikan masing-masing lembaga memiliki penilaian tersendiri terhadap kejadian di bidang moneter selama ini. Namun, adakah yang memperhatikan bahwa ternyata kurs rupiah saat ini menjadi anggota dalam 10 mata uang sampah dunia? (cek di: http://www.sayangi.com/ekonomi/keuangan/read/14369/ini-dia-10-besar-uang-sampah-di-dunia-termasuk-rupiah).

Apa hubungan antara polemik dengan kurs Indonesia?

Coba kita perhatikan kembali sejarah pertikaian politik di Indonesia terlebih berkaitan dengan saat-saat pemilu akan diberlangsungkan.

1. Gejolak politik di era kepemimpinan Presiden Soeharto telah menjadikan kurs rupiah terjun bebas 2 digit per USD.
2. Era kepemimpinan berikutnya, Presiden B.J.Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY belum juga mampu menstabilkan kurs rupiah.
3. Kondisi pemilu 2014 yang akan berlangsung, sempat memberikan angin segar atas deklarasi Jokowi sebagai calon presiden 2014. Namun tidak lama kemudian, kembali mengalami depresiasi.

Pembangunan Ekonomi di Indonesia masih belum menyentuh akar permasalahan. Overlapping kebijakan, hukum dan tatanan sosial, dan sebagainya telah menjadikan bangsa ini bangsa yang lemah di mata dunia. Mengapa kita tidak mencoba untuk bangkit? membangun sistem yang apik serta rapi demi kemajuan rakyat.

salam,

Plagiarism Checker

Dunia Akademik semakin memperketat aturan penulisan terutama berkaitan dengan plagiasi karena banyaknya artikel yang terpublikasi. Disatu si...